Proyek SDN 3 Sancang Rp 743 Juta di Cibalong Diduga Bermasalah, Kualitas Material Dipertanyakan

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Rabu, 26 November 2025 - 23:31 WIB

50137 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut – Proyek revitalisasi di SDN 3 Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, menuai sorotan setelah muncul dugaan penggunaan pasir laut dalam pekerjaan rehabilitasi. Pasir jenis ini dinilai tidak layak untuk konstruksi karena kandungan garamnya dapat merusak struktur bangunan dan mempercepat korosi. Temuan tersebut memicu kekhawatiran terkait kualitas pengerjaan yang tengah berlangsung di lingkungan sekolah tersebut.

SDN 3 Sancang pada tahun ini menerima tiga paket bantuan revitalisasi melalui APBN Tahun Anggaran 2025 dengan total anggaran Rp 743.756.000. Paket tersebut meliputi rehabilitasi toilet senilai Rp 58.277.000, rehabilitasi ruang administrasi senilai Rp 106.333.000, serta rehabilitasi enam ruang kelas dengan anggaran terbesar mencapai Rp 579.146.000. Seluruh kegiatan berada di bawah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dikelola Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal PAUD Dasmen.

Di sisi lain, pihak komite sekolah yang juga merupakan unsur P2S mengaku tidak sepenuhnya dilibatkan dalam proses pengadaan material. Mereka menyampaikan bahwa peran yang diberikan hanya sebatas melaporkan kepada sekretaris atau bendahara P2S apabila terjadi kekurangan bahan, tanpa mengetahui secara detail mekanisme pembelian maupun kualitas material yang masuk. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi internal dan pola komunikasi selama pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua DPW PWMOI Jawa Barat, R. Satria Santika (Bro Tommy), menilai bahwa besarnya anggaran yang digelontorkan seharusnya diimbangi dengan pengawasan ketat agar hasil pembangunan sesuai standar teknis. Menurutnya, meski papan informasi proyek telah dipasang, dugaan penggunaan material yang tidak sesuai serta minimnya pelibatan unsur komite maupun P2S dapat menjadi indikasi adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan.

“Biaya tujuh ratus jutaan itu bukan sedikit. Kalau satu sub bidang material saja asal-asalan, bukan hanya berdampak pada penyerapan anggaran yang tidak maksimal, tapi juga pada kualitas bangunan. Apabila muncul pernyataan dari unsur P2S yang tidak mengetahui pengadaan barang, jelas ini indikasi. Maka saya berharap ini menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, termasuk APH,” ungkapnya. Senin (24/11/25).

Sementara itu, Kepala SDN 3 Sancang selaku penanggung jawab proyek, Bunyamin, S.Pd., SD, saat dihubungi melalui sambungan telepon mengaku sedang sibuk sehingga belum dapat memberikan keterangan terkait pelaksanaan rehabilitasi.
“Lagi sibuk di MBG, sama Pak Camat dan Kapolsek,” ujarnya singkat.(bt)

Berita Terkait

Lapas Binjai Gelar Razia Gabungan, Wujud Komitmen Ciptakan Lingkungan Pemasyarakatan yang Aman dan Tertib
Keluarga Tahanan Fanny Ismail Terima Kematian Dengan Ikhlas, Lapas Labuhan Ruku Bantah Pemberitaan Negatif
Dukung Kemandirian Warga Binaan, Ketua TP PKK Kabupaten Batu Bara Serahkan Alat Tenun di Lapas Labuhan Ruku
Kalapas Binjai Tegaskan Komitmen Zero HALINAR demi Lapas Aman dan Kondusif
Kisah Pilu Agus, Pemuda Lampung Timur: Kaki Nyaris Putus, Bertahan Hidup di Gubuk Reyot yang Menunggu Runtuh
Yayasan Karuna Liberatia Indonesia, Fokus Melindungi Anak dan Perempuan Dari Korban TPPO dan Eksploitasi Seksual di Indonesia
Rutan Kelas I Medan Laksanakan Upacara Peringatan HUT KORPRI ke-54

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:43 WIB

Lapas Binjai Gelar Razia Gabungan, Wujud Komitmen Ciptakan Lingkungan Pemasyarakatan yang Aman dan Tertib

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:22 WIB

Keluarga Tahanan Fanny Ismail Terima Kematian Dengan Ikhlas, Lapas Labuhan Ruku Bantah Pemberitaan Negatif

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:25 WIB

Dukung Kemandirian Warga Binaan, Ketua TP PKK Kabupaten Batu Bara Serahkan Alat Tenun di Lapas Labuhan Ruku

Selasa, 6 Januari 2026 - 11:49 WIB

Kisah Pilu Agus, Pemuda Lampung Timur: Kaki Nyaris Putus, Bertahan Hidup di Gubuk Reyot yang Menunggu Runtuh

Selasa, 16 Desember 2025 - 22:17 WIB

Yayasan Karuna Liberatia Indonesia, Fokus Melindungi Anak dan Perempuan Dari Korban TPPO dan Eksploitasi Seksual di Indonesia

Senin, 1 Desember 2025 - 13:46 WIB

Rutan Kelas I Medan Laksanakan Upacara Peringatan HUT KORPRI ke-54

Rabu, 26 November 2025 - 23:31 WIB

Proyek SDN 3 Sancang Rp 743 Juta di Cibalong Diduga Bermasalah, Kualitas Material Dipertanyakan

Berita Terbaru