Dalih Busuk Pegawai BRI Tanjung Raja Terbongkar: ATM Bantuan Bukan “Dikirim Jadi”, Tapi Dicetak Bank Sendiri!

CYBER PUBLIK

- Redaksi

Jumat, 26 September 2025 - 03:52 WIB

50164 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ogan Ilir, – Rakyat kecil lagi-lagi jadi korban permainan kotor. Alih-alih dimudahkan, penerima bantuan sosial malah dipermainkan oleh oknum pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tanjung Raja.

Seorang ibu penerima manfaat (KPM) sudah melengkapi berkas, mengantri berjam-jam, namun hanya diberi buku tabungan tanpa kartu ATM. Alasannya sungguh menggelikan: “Kartu ATM habis, bu. Itu bukan kami yang cetak, tapi dikirim langsung dari pusat, kami hanya bagikan nama yang ada.”

Dalih ini busuk dan penuh kebohongan!
Faktanya jelas: Pemerintah pusat hanya mengirimkan DATA penerima bantuan (DTKS).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bank penyalur (BRI, BNI, Mandiri, BTN) lah yang mencetak buku tabungan dan kartu ATM berdasarkan data tersebut.

Artinya, kalau ada warga yang tidak mendapat ATM, itu sepenuhnya tanggung jawab pihak bank, bukan alasan “ATM dikirim dari pusat.”

Ketua PPWI, Fidel Castro, dengan tegas menyebut pernyataan pegawai BRI Tanjung Raja sebagai bentuk pembohongan publik.
“Jangan bodohi rakyat kecil dengan alasan murahan. Bank lah yang cetak kartu, bukan pusat. Kalau ada yang tidak dapat ATM, itu berarti bank tidak profesional dan tidak transparan,” tegasnya.

Indikasi Manipulasi dan Penyalahgunaan Kewenangan

Pertanyaan besar pun mencuat:
Kenapa dalam satu kelompok penerima, ada yang dapat lengkap buku + ATM, sementara yang lain hanya buku?

Apakah benar ATM “habis”, atau ada “main belakang” dalam distribusi?

Apakah ini strategi agar warga dipersulit dan harus bolak-balik ke bank, sehingga bisa dimanfaatkan oleh oknum tertentu?

Ini jelas bukan sekadar kelalaian. Ini indikasi kuat adanya manipulasi, ketidakjujuran, dan dugaan penyalahgunaan kewenangan.

BRI adalah bank pelat merah, milik negara, yang seharusnya mengedepankan pelayanan profesional dan transparan. Kalau bank sebesar BRI saja sudah berani berbohong terang-terangan kepada masyarakat miskin, bagaimana rakyat bisa percaya pada institusi keuangan negara?

Rakyat Jangan Diam!, ” Rakyat kecil berhak tahu kebenaran. Bantuan sosial adalah hak penerima, bukan barang dagangan yang bisa dipermainkan pegawai bank. Jangan biarkan bank pelat merah seenaknya mempermainkan hak rakyat!

Kini publik menuntut jawaban: Apakah BRI Tanjung Raja berani buka fakta sebenarnya?
Atau justru terus bersembunyi di balik dalih-dalih busuk untuk menutupi kelalaian dan permainan kotor mereka?
PPWI-OI

Berita Terkait

Kalapas Binjai Berganti, Mochamad Mukaffi Siap Wujudkan Lapas Aman, Humanis, dan Berintegritas
Serangan Tuduhan Tanpa Data Dinilai Manipulatif, Publik Justru Mengingat Kasus Pemalsuan Tanda Tangan
Pemberitaan Tanpa Dasar Hukum Dinilai Upaya Pembunuhan Karakter, Isu Pemalsuan Tanda Tangan dan Narkoba Diungkit
Oknum Ketua Umum Organisasi Pers Terlibat Pemalsuan Tanda Tangan dan Dugaan Narkoba, Ini Harus Diusut Tuntas oleh Aparat Penegak Hukum
Hati Tak Bisa Diam, Erwinsyah JZ 02 AUE Terjun Langsung ke Lokasi Bencana Bersama Istri
Petugas Lapas Narkotika Pematangsiantar Gagalkan Penyelundupan 10 Paket Sabu Lewat Kiriman Paket JNE
Langkah Tegas Pemasyarakatan Berintegritas: Rutan Perempuan Medan Tandatangani Komitmen Bersama Pemberantasan Narkoba dan Barang Terlarang
Produk UMKM Rutan Kelas I Medan Raih Capaian Penjualan Ribuan Unit Sepanjang Tahun, Dukung Program Akselerasi Pemasyarakatan

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:43 WIB

Lapas Binjai Gelar Razia Gabungan, Wujud Komitmen Ciptakan Lingkungan Pemasyarakatan yang Aman dan Tertib

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:22 WIB

Keluarga Tahanan Fanny Ismail Terima Kematian Dengan Ikhlas, Lapas Labuhan Ruku Bantah Pemberitaan Negatif

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:25 WIB

Dukung Kemandirian Warga Binaan, Ketua TP PKK Kabupaten Batu Bara Serahkan Alat Tenun di Lapas Labuhan Ruku

Selasa, 6 Januari 2026 - 11:49 WIB

Kisah Pilu Agus, Pemuda Lampung Timur: Kaki Nyaris Putus, Bertahan Hidup di Gubuk Reyot yang Menunggu Runtuh

Selasa, 16 Desember 2025 - 22:17 WIB

Yayasan Karuna Liberatia Indonesia, Fokus Melindungi Anak dan Perempuan Dari Korban TPPO dan Eksploitasi Seksual di Indonesia

Senin, 1 Desember 2025 - 13:46 WIB

Rutan Kelas I Medan Laksanakan Upacara Peringatan HUT KORPRI ke-54

Rabu, 26 November 2025 - 23:31 WIB

Proyek SDN 3 Sancang Rp 743 Juta di Cibalong Diduga Bermasalah, Kualitas Material Dipertanyakan

Berita Terbaru