Produk UMKM Rutan Kelas I Medan Raih Capaian Penjualan Ribuan Unit Sepanjang Tahun, Dukung Program Akselerasi Pemasyarakatan

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Senin, 20 Oktober 2025 - 21:36 WIB

5030 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan – Program pembinaan kemandirian di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan menunjukkan hasil yang sangat membanggakan. Selama satu tahun terakhir, berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hasil karya warga binaan berhasil menembus angka penjualan yang signifikan.

Capaian ini merupakan bukti nyata keberhasilan program pembinaan yang dijalankan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan serta sejalan dengan program akselerasi yang digagas oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Agus Andrianto.

Beragam produk hasil karya warga binaan tersebut meliputi berbagai sektor usaha, di antaranya produksi tas dan handbag yang terjual sebanyak 323 pcs, sandal 1.084 pcs, kerajinan tangan 212 pcs, konveksi 118 pcs, lukisan 10 pcs, meubel 105 buah, ikan teri olahan 151 pcs, berbagai jenis keripik 61 pcs, roti sebanyak 4.324 pcs, serta paving blok mencapai 10.000 keping.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Capaian luar biasa ini tidak terlepas dari komitmen Rutan Kelas I Medan dalam melaksanakan pembinaan kemandirian yang berorientasi pada pengembangan keterampilan, kemandirian ekonomi, dan pemberdayaan warga binaan. Melalui berbagai unit kegiatan kerja seperti bengkel kerja, dapur roti, konveksi, pertukangan, hingga produksi olahan pangan, warga binaan dibimbing untuk menghasilkan produk bernilai jual yang diminati masyarakat.

Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi yang baik antara warga binaan, petugas pembinaan, serta pihak-pihak eksternal yang mendukung pemasaran produk UMKM Rutan.

“Kami terus berupaya agar setiap warga binaan memperoleh kesempatan untuk mengasah keterampilan yang bermanfaat dan produktif. Hasil penjualan ini menjadi motivasi bagi kami untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus menyiapkan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan bekal keahlian yang nyata,” ujarnya.

Program pembinaan kemandirian ini juga memberikan dampak positif secara ekonomi bagi warga binaan. Tercatat penerimaan PNBP pada tahun ini sebanyak Rp. 28.500.000.-. Setiap warga binaan yang terlibat dalam kegiatan produksi juga memperoleh upah berupa premi yang disimpan dalam rekening tabungan masing-masing. Dengan demikian, setelah mereka bebas, tabungan tersebut dapat digunakan sebagai modal awal untuk melanjutkan usaha mandiri di luar Rutan.

Selain berperan dalam peningkatan kesejahteraan warga binaan, program ini juga menjadi bagian dari strategi besar Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mewujudkan transformasi pembinaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, Rutan Kelas I Medan tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga pusat pelatihan kerja dan wirausaha yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kreatif di masyarakat.

Dengan semangat mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Bapak Agus Andrianto, Rutan Kelas I Medan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing produk hasil karya warga binaan. Harapannya, produk-produk UMKM Rutan Medan tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar nasional dan menjadi contoh keberhasilan pembinaan yang produktif di lingkungan pemasyarakatan Indonesia.(AVID/rel)

#pemasyarakatanpastibermanfaat
#pemasyarakatansumut
#kemenimipas
#ditjenpas
#pemasyarakatan
#infoimipas
#rutanmedan
#rutan1medan

RAGUSTA BERSERI
BERSIH, SEHAT, RAPI DAN INDAH

Berita Terkait

Kalapas Binjai Berganti, Mochamad Mukaffi Siap Wujudkan Lapas Aman, Humanis, dan Berintegritas
Serangan Tuduhan Tanpa Data Dinilai Manipulatif, Publik Justru Mengingat Kasus Pemalsuan Tanda Tangan
Pemberitaan Tanpa Dasar Hukum Dinilai Upaya Pembunuhan Karakter, Isu Pemalsuan Tanda Tangan dan Narkoba Diungkit
Oknum Ketua Umum Organisasi Pers Terlibat Pemalsuan Tanda Tangan dan Dugaan Narkoba, Ini Harus Diusut Tuntas oleh Aparat Penegak Hukum
Hati Tak Bisa Diam, Erwinsyah JZ 02 AUE Terjun Langsung ke Lokasi Bencana Bersama Istri
Petugas Lapas Narkotika Pematangsiantar Gagalkan Penyelundupan 10 Paket Sabu Lewat Kiriman Paket JNE
Langkah Tegas Pemasyarakatan Berintegritas: Rutan Perempuan Medan Tandatangani Komitmen Bersama Pemberantasan Narkoba dan Barang Terlarang
Lapas Perempuan Kelas IIA Medan Melakukan Penandatanganan Komitmen Bersama yang Disaksikan Secara Virtual oleh Dirjen Pemasyarakatan dan Pimti Pratama Ditjen Pemasyarakatan

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:43 WIB

Lapas Binjai Gelar Razia Gabungan, Wujud Komitmen Ciptakan Lingkungan Pemasyarakatan yang Aman dan Tertib

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:22 WIB

Keluarga Tahanan Fanny Ismail Terima Kematian Dengan Ikhlas, Lapas Labuhan Ruku Bantah Pemberitaan Negatif

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:25 WIB

Dukung Kemandirian Warga Binaan, Ketua TP PKK Kabupaten Batu Bara Serahkan Alat Tenun di Lapas Labuhan Ruku

Selasa, 6 Januari 2026 - 11:49 WIB

Kisah Pilu Agus, Pemuda Lampung Timur: Kaki Nyaris Putus, Bertahan Hidup di Gubuk Reyot yang Menunggu Runtuh

Selasa, 16 Desember 2025 - 22:17 WIB

Yayasan Karuna Liberatia Indonesia, Fokus Melindungi Anak dan Perempuan Dari Korban TPPO dan Eksploitasi Seksual di Indonesia

Senin, 1 Desember 2025 - 13:46 WIB

Rutan Kelas I Medan Laksanakan Upacara Peringatan HUT KORPRI ke-54

Rabu, 26 November 2025 - 23:31 WIB

Proyek SDN 3 Sancang Rp 743 Juta di Cibalong Diduga Bermasalah, Kualitas Material Dipertanyakan

Berita Terbaru